Teknologi pembelajaran adalah suatu cara yang sitematis dalam mendisain,
melaksanakan, dan mengevaluasi proses kesulurahan dari belajar dan pembelajaran
dalam bentuk tujuan pembelajaran yang spesifik, berdasarkan penelitian dalam
teori-teori belajar dan komunikasi pada manusia dan menggunakan kombinasi pada
sumber-sumber belajar dari manusia maupun non manusia untuk membuat
pembelajaran menjadi efektif.
Teknologi pembelajaran atau dapat juga kita sebut teknologi pendidikan
tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi Audio Visual. Teknologi
pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, media dan sarana untuk
mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu
Audio visual. Teknologi pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling
berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran, dan
pendekatan dalam system pendidikan.
Yusufhadi Miarso (2011)
menceritakan dalam buku nya “Menyemai Benih Teknologi Pendidikan” bahwasanya
gerakan untuk mengembangkan teknologi pendidikan dimotori oleh James D. Finn
(1915-1969). Finn berkontribusi besar dalam perkembangan Teknologi pendidikan.
Adapun kontribusi Finn terhadap perkembangan teknologi pendidikan adalah Finn
berjasa dalam mengusulkan bidang komunikasi Audio Visual menjadi teknolgi
pembelajaran. Besarnya kontribusi Finn pada perkembangan teknologi pendidikan
menjadikan Finn dijuluki sebagai Bapak Teknologi Pendidikan.
Menurut Finn, pada tahun
1920an adalah awal perkembangan teknologi pendidikan. Istilah dan defenisi formal
pertama yang berhubungan dengan teknologi pendidikan pada saat itu adalah
“pengajaran visual”, yang dimaksud dengan pengajaran visual adalah kegiatan
mengajar dengan menggunakan alat bantu visual yang terdiri dari gambar, model,
objek, atau alat-alat yang dipakai untuk menyajikan pengalaman konkrit melalui
visualisasi kepada siswa.
Berdasrkan sejarah diatas, dapat kita ketahui teknologi pendidikan pertama
kali dikenal sebagai media pendidikan, karya pertama teknologi pendidikan
sebagai kontribusi teknologi pendidikan dalam dunia pendidikan adalah
pengembangan media belajar dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk
mempermudah proses pembelajaran dan penanaman konsep yang nyata bagi peserta
didik dalam membangun pengetahuan dan pengalaman belajarnya.
Pengaruh teknologi pendidikan ternyata tidak hanya bermanfaat bagi dunia
pendidikan, tetapi juga telah memprakarsai keberhasilan perang dunia I. dimana
pada tahun 1914-1930 merupakan masa terjadinya perang dunia I, pada saat yang
bersamaan, masa itu merupakan masa terjadinya pergerakan audio-visual.
Disamping teknologi visual, pada masa ini sudah mulai muncul teknologi audio
dan audio visual. Radio mendominasi kehidupan pada masa itu dan digunakan utuk
sarana informasi dan edukasi disamping digunakan sebagai hiburan
(Barabara,1994).
Berlanjut pada perang dunia ke II, teknologi pendidikan kembali berperan
pada masa ini. Banyak jenis bahan yang diproduksi untuk pelatihan militer,
terutama film (Seatler, dalam Barbara,1994). Masa ini dikenal sebagai gerakan
pelatihan system. Televisi berpengaruh pada kehidupan pada masa itu, termasuk
penggunaannya dalam dunia pendidikan. Setelah perang, televisi sebagai media
yang baru juga digunakan untuk kepentingan pendidikan, dan muncullah peradaban
baru televisi. Sejalan dengan hal itu, tersedia anggaran pemerintah berskala
besar guna mendukung proyek-proyek kurikulum yang memasukkan berbagai jenis
media pembelajaran.
Teori kerucut pengalaman Edgar Dale muncul pada zaman ini (pada masa perang
dunia ke II). Selain Finn, Edgar Dale juga merupakan tokoh yang berjasa dalam
pengembangan teknologi pembelajaran modern. Kontribusi Dale dalam perkembangan
teknologi pendidikan adalah kerucut pengalaman (Cone of Experience) (dalam
Barbara,1994 hal 15). Kerucut pengalaman yang dikemukakan oleh Dale dapat
mengetahui rentangan tingkat pengalaman dari yang bersifat langsung hingga
kepengalaman melalui simbol-simbol komunikasi, yang merentang dari yang
bersifat kongkrit ke abstrak, dan tentunya memberikan implikasi tertentu
terhadap pemilihan metode dan bahan pembelajaran, khususnya dalam pengembangan
teknologi pembelajaran.
Kontribusi teknologi pendidikan dalam dunia pendidikan semakin banyak
bermunculan. Keberadaan teknologi pendidikan mulai diperhitungkan dalam dunia
pendidikan. Pada tahun 1950-1970, teknologi pendidikan kembali mengukirkan
karyanya dalam sejarah perkembangan teknologi pendidikan, pada masa ini adalah
masa jayanya televisi pendidikan, khususnya sekitar tahun 1960-an. Salah satu
misi utama dari stasiun-stasiun ini adalah presentasi program pembelajaran.
Sebelum tahun 1960-an pendidikan penyiaran dipandang cepat dan efesien, dimana
pendidikan penyiaran dianggap lebih mudah untuk memuaskan kebutuhan bangsa akan
pendidikan.(Raiser, 2002, hal 32).
Dari pemaparan diatas, jelas bagi kita bahwa teknologi pendidikan merupakan
suatu cara mengajar yang menggunakan alat-alat teknik modern yang sebenarnya
dihasilkan bukan khusus untuk keperluan pendidikan akan tetapi dapat
dimanfaatkan dalam pendidikan seperti radio, film opaque projector, overhead
projector, tv, video tape recorder, computer dan lain-lain.
Alat-alat diatas di
sebut Haerdware, yang mana besar manfaatnya, namun alat-alat diatas tidak dapat
berdiri dengan sendirinya, alat-alat tersebut dapat bermanfaat dengan utuh,
jika dikaitkan dengan suatu pelajaran atau program. Program ini disebut
software, yang merupakan inti dari khazanah teknologi pendidikan yang disusun
dengan prinsip-prinsip tertentu. Dengan begitu, teknologi pendidikan merupakan
suatu ekspresi dari scientific movement atau gerakan ilmiah yang telah dirintis
oleh Aristoteles dan bergerak terus melalui Wundt, Pavlov, Thorndike, Skinner,
hingga masa kini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar