Laman

Sabtu, 16 November 2013

Sejarah Perkembangan Teknologi Pmbelajaran

Teknologi pembelajaran adalah suatu cara yang sitematis dalam mendisain, melaksanakan, dan mengevaluasi proses kesulurahan dari belajar dan pembelajaran dalam bentuk tujuan pembelajaran yang spesifik, berdasarkan penelitian dalam teori-teori belajar dan komunikasi pada manusia dan menggunakan kombinasi pada sumber-sumber belajar dari manusia maupun non manusia untuk membuat pembelajaran menjadi efektif.
Teknologi pembelajaran atau dapat juga kita sebut teknologi pendidikan tumbuh dari praktek pendidikan dan gerakan komunikasi Audio Visual. Teknologi pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, media dan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan atau dengan kata lain mengajar dengan alat bantu Audio visual. Teknologi pembelajaran merupakan gabungan dari tiga aliran yang saling berkepentingan, yaitu media dalam pendidikan, psikologi pembelajaran, dan pendekatan dalam system pendidikan.
Yusufhadi Miarso (2011) menceritakan dalam buku nya “Menyemai Benih Teknologi Pendidikan” bahwasanya gerakan untuk mengembangkan teknologi pendidikan dimotori oleh James D. Finn (1915-1969). Finn berkontribusi besar dalam perkembangan Teknologi pendidikan. Adapun kontribusi Finn terhadap perkembangan teknologi pendidikan adalah Finn berjasa dalam mengusulkan bidang komunikasi Audio Visual menjadi teknolgi pembelajaran. Besarnya kontribusi Finn pada perkembangan teknologi pendidikan menjadikan Finn dijuluki sebagai Bapak Teknologi Pendidikan.
Menurut Finn, pada tahun 1920an adalah awal perkembangan teknologi pendidikan. Istilah dan defenisi formal pertama yang berhubungan dengan teknologi pendidikan pada saat itu adalah “pengajaran visual”, yang dimaksud dengan pengajaran visual adalah kegiatan mengajar dengan menggunakan alat bantu visual yang terdiri dari gambar, model, objek, atau alat-alat yang dipakai untuk menyajikan pengalaman konkrit melalui visualisasi kepada siswa.
Berdasrkan sejarah diatas, dapat kita ketahui teknologi pendidikan pertama kali dikenal sebagai media pendidikan, karya pertama teknologi pendidikan sebagai kontribusi teknologi pendidikan dalam dunia pendidikan adalah pengembangan media belajar dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk mempermudah proses pembelajaran dan penanaman konsep yang nyata bagi peserta didik dalam membangun pengetahuan dan pengalaman belajarnya.
Pengaruh teknologi pendidikan ternyata tidak hanya bermanfaat bagi dunia pendidikan, tetapi juga telah memprakarsai keberhasilan perang dunia I. dimana pada tahun 1914-1930 merupakan masa terjadinya perang dunia I, pada saat yang bersamaan, masa itu merupakan masa terjadinya pergerakan audio-visual. Disamping teknologi visual, pada masa ini sudah mulai muncul teknologi audio dan audio visual. Radio mendominasi kehidupan pada masa itu dan digunakan utuk sarana informasi dan edukasi disamping digunakan sebagai hiburan (Barabara,1994).
Berlanjut pada perang dunia ke II, teknologi pendidikan kembali berperan pada masa ini. Banyak jenis bahan yang diproduksi untuk pelatihan militer, terutama film (Seatler, dalam Barbara,1994). Masa ini dikenal sebagai gerakan pelatihan system. Televisi berpengaruh pada kehidupan pada masa itu, termasuk penggunaannya dalam dunia pendidikan. Setelah perang, televisi sebagai media yang baru juga digunakan untuk kepentingan pendidikan, dan muncullah peradaban baru televisi. Sejalan dengan hal itu, tersedia anggaran pemerintah berskala besar guna mendukung proyek-proyek kurikulum yang memasukkan berbagai jenis media pembelajaran.
Teori kerucut pengalaman Edgar Dale muncul pada zaman ini (pada masa perang dunia ke II). Selain Finn, Edgar Dale juga merupakan tokoh yang berjasa dalam pengembangan teknologi pembelajaran modern. Kontribusi Dale dalam perkembangan teknologi pendidikan adalah kerucut pengalaman (Cone of Experience) (dalam Barbara,1994 hal 15). Kerucut pengalaman yang dikemukakan oleh Dale dapat mengetahui rentangan tingkat pengalaman dari yang bersifat langsung hingga kepengalaman melalui simbol-simbol komunikasi, yang merentang dari yang bersifat kongkrit ke abstrak, dan tentunya memberikan implikasi tertentu terhadap pemilihan metode dan bahan pembelajaran, khususnya dalam pengembangan teknologi pembelajaran.
Kontribusi teknologi pendidikan dalam dunia pendidikan semakin banyak bermunculan. Keberadaan teknologi pendidikan mulai diperhitungkan dalam dunia pendidikan. Pada tahun 1950-1970, teknologi pendidikan kembali mengukirkan karyanya dalam sejarah perkembangan teknologi pendidikan, pada masa ini adalah masa jayanya televisi pendidikan, khususnya sekitar tahun 1960-an. Salah satu misi utama dari stasiun-stasiun ini adalah presentasi program pembelajaran. Sebelum tahun 1960-an pendidikan penyiaran dipandang cepat dan efesien, dimana pendidikan penyiaran dianggap lebih mudah untuk memuaskan kebutuhan bangsa akan pendidikan.(Raiser, 2002, hal 32).
Dari pemaparan diatas, jelas bagi kita bahwa teknologi pendidikan merupakan suatu cara mengajar yang menggunakan alat-alat teknik modern yang sebenarnya dihasilkan bukan khusus untuk keperluan pendidikan akan tetapi dapat dimanfaatkan dalam pendidikan seperti radio, film opaque projector, overhead projector, tv, video tape recorder, computer dan lain-lain.

Alat-alat diatas di sebut Haerdware, yang mana besar manfaatnya, namun alat-alat diatas tidak dapat berdiri dengan sendirinya, alat-alat tersebut dapat bermanfaat dengan utuh, jika dikaitkan dengan suatu pelajaran atau program. Program ini disebut software, yang merupakan inti dari khazanah teknologi pendidikan yang disusun dengan prinsip-prinsip tertentu. Dengan begitu, teknologi pendidikan merupakan suatu ekspresi dari scientific movement atau gerakan ilmiah yang telah dirintis oleh Aristoteles dan bergerak terus melalui Wundt, Pavlov, Thorndike, Skinner, hingga masa kini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar